Terima kasih Kopi Senja ku !

0 3.043

Mungkin aku harus berterima kasih pada kopi disetiap senja. Sebab tanpanya, aku tidak bisa membunuh waktu dengan nyaman seperti ini. Mungkin aku harus berterima kasih sekali lagi pada kopi disetiap senja. Terima kasih karena telah memberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri bagi banyak orang, kesempatan untuk duduk diskusi bersama, kesempatan untuk tertawa dan kesempatan untuk bertemu seseorang. Seseorang yang sulit untuk kusentuh.

Mungkin aku harus berterima kasih pada hujan. Sebab tanpanya, aku tidak bisa memulangkan kenangan. Mungkin aku harus berterima kasih sekali lagi pada hujan. Terima kasih karena telah memberikan kesempatan untuk menikmati indahnya pelangi, kesempatan untuk menutupi tangisan, kesempatan untuk menyembuhkan luka dan kesempatan untuk menghabiskan waktu berdua dengan seseorang. Seseorang yang sulit untuk kutebak.

Mungkin aku harus berterima kasih pada sepi. Sebab tanpanya, aku tidak bisa menciptakan momen-momen palsu. Mungkin aku harus berterima kasih sekali lagi pada sepi. Terima kasih karena telah memberikan kesempatan untuk menikmati dan menghargai hidup, kesempatan untuk mencari dan menemukan jati diri yang sebenarnya, kesempatan untuk melewati malam dengan nyaman, kesempatan untuk melawan lupa dan kesempatan untuk mampir sebentar memikirkan seseorang. Seseorang yang sulit untuk dilupakan.

 

Kamu adalah seseorang yang hanya bisa kunikmati lewat kata dan aksara. Diantara manis dan pahit secangkir kopi yang ku hirup.

Agus Setiyo Budi Kopi & Senja

Mungkin aku harus berterima kasih pada lagu. Sebab tanpanya, aku tidak bisa menuliskan tentang perasaanku. Mungkin aku harus berterima kasih sekali lagi pada lagu. Terima kasih karena telah memberikan kesempatan untuk berekspresi, kesempatan untuk melampiaskan segala rasa, kesempatan untuk membakar semangat, kesempatan untuk mengobati mood dan kesempatan untuk mendengarkan kisah hidup seseorang. Seseorang yang sulit untuk kutaklukkan.

Mungkin aku harus berterima kasih pada kecewa. Sebab tanpanya, aku tidak bisa menghargai setiap proses. Mungkin aku harus berterima kasih sekali lagi pada kecewa. Terima kasih karena telah memberikan kesempatan untuk belajar memaafkan, kesempatan untuk belajar memahami orang lain dan diri sendiri, kesempatan untuk belajar melupakan, kesempatan untuk belajar mengikhlaskan, kesempatan untuk berjuang dan berkorban dan kesempatan untuk menerima setiap pilihan seseorang. Seseorang yang tidak pernah hidup di nyataku.

Dan pada akhirnya, aku harus berterima kasih pada waktu. Sebab tanpanya, aku tak bisa menikmati pahitnya kopi, bermain dengan hujan, berteman dengan sepi, bercerita pada lagu, melawan kecewa dan mengenal kamu. Terima kasih karena telah memberikan kesempatan untuk menikmati semuanya itu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.